Pengumuman


Bila tulisan yang Anda cari tidak ada di sini, silakan kunjungi santai2008.wordpress.com

Sabtu, 18 April 2009

Warna dan Keberuntungan


Masyarakat Tionghoa percaya, salah satu penyebab baik/buruknya pengaruh feng shui berasal dari warna. Merah dianggap warna terbaik karena mengingatkan hal-hal yang menyenangkan, kehangatan, dan sumber tenaga utama. Kemungkinan besar, hal ini berkaitan dengan warna darah yang mengalir dalam tubuh manusia.

Ketika warga Tionghoa merayakan perkawinan, maka warna merah tak pernah ketinggalan. Hadiah untuk anak-anak pada Tahun Baru Imlek, juga selalu dimasukkan ke dalam amplop merah yang disebut angpao. Pada peristiwa lain, ketika seorang bayi berulang tahun, maka orang tua bayi tersebut senantiasa memberikan telur merah kepada para sanak keluarga dan tetangga.

Sebaliknya, warna putih dianggap lambang kesedihan. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, bila orang tua meninggal, maka anggota keluarga dan anak-cucu harus mengenakan pakaian putih.

Dalam feng shui, merah adalah lambang api, sedangkan putih lambang logam. Berbeda dengan api yang hanya mempunyai satu tempat, logam berlokasi di dua tempat, yaitu barat dan barat laut.

Api dan logam merupakan dua dari lima elemen yang dikenal dalam feng shui, lengkap dengan arah mata angin yang dikuasainya dan warna yang diwakilinya. Ketiga elemen lainnya adalah tanah (arah: pusat, barat daya, timur laut, warna: kuning, coklat), kayu (timur, tenggara, hijau), dan air (utara, hitam).

Kelima elemen itu saling berinteraksi secara menguntungkan dan merugikan. Siklus menguntungkan berjalan dengan urutan kayu menghidupkan api, api mengeraskan tanah, tanah melahirkan logam, logam mengeluarkan air, dan air membesarkan kayu. Sementara siklus merugikan berjalan dalam pola kayu merusak tanah, tanah membendung air, air mematikan api, api melelehkan logam, dan logam membelah kayu.


Mitos

Penjabaran warna dalam feng shui secara sederhana dapat dilihat dari gambaran berikut. Karena merah melambangkan api dan mewakili arah selatan, maka feng shui tidak menolerir kalau dapur (diasosiasikan dengan kompor atau api) terletak di bagian selatan rumah atau ruangannya didominasi warna merah. Api yang terlalu banyak diyakini akan menyebabkan emosi penghuni rumah akan meningkat, bahkan menjurus ke arah yang sukar dikendalikan.

Warna dalam feng shui memang sulit dipisahkan dari falsafah Tiongkok kuno. Warna-warna lain yang dikenal berikut perlambangannya adalah hijau, dianggap mewakili ketenangan dan kesegaran. Hijau merupakan warna utama tanaman. Kuning adalah warna matahari, diyakini perlambang panjang umur. Dulu, banyak istana kerajaan di Tiongkok didekorasi dengan kain berwarna kuning emas karena dipandang melambangkan keanggunan atau kemuliaan.

Meskipun zaman sudah modern, ternyata sampai saat ini masih banyak masyarakat dunia yang memercayai mitos warna putih. Di AS, misalnya, ada seorang seniman yang memiliki rumah berwarna serba putih. Entah bagaimana, setelah itu banyak anggota keluarganya menderita sakit. Setelah seorang praktisi feng shui mengecek rumahnya, dia mengatakan, selain menandakan kematian, putih juga melambangkan kegagalan dan serangan penyakit. Kemudian sang praktisi menyarankan agar pintu rumah diganti warna merah. Ternyata setelah itu kehidupan sang seniman semakin membaik. Ironisnya, di belahan Barat yang dianggap warna kesedihan adalah hitam.

Kepercayaan serupa juga masih diikuti penduduk Hongkong. Sejak lama, banyak karyawan klinik gigi di sana selalu menolak pakaian seragam putih-putih. Mereka menggantinya dengan seragam hijau.

Di Indonesia warna putih justru masih mendominasi karena dianggap warna netral. Bahkan pernak-pernik rumah yang berwarna putih biasanya berharga lebih murah daripada warna-warna lainnya.

Seragam para perawat yang serba putih atau kamar tidur yang bernuansa putih, dianggap pencerahan jiwa. Dekorasi putih juga masih banyak digunakan para desainer interior, arsitek, termasuk praktisi feng shui.

Terlepas dari mitos atau tidak, pada sisi lain dipercaya warna tertentu adalah warna keberuntungan seseorang. Bahkan, warna merupakan salah satu sarana untuk menyeimbangkan energi chi. Misalnya begini, dari perhitungan feng shui diketahui bahwa yang bersangkutan memiliki kekurangan elemen logam. Maka agar bertambah elemen logamnya, salah satu cara adalah memberi warna putih pada kamar tidurnya.***

Djulianto Susantio
Pemerhati Seni Oriental, di Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Feng Shui Bintang Terbang

Ramal Jodoh

Kelahiran Anda

Petunjuk Zodiak

Bazi

Chinese Calendar

Numerologi

Astrologi Barat

KONTAK PENULIS

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

Alamat IP Anda

IP